Karakter Sinopsis Film Gaya Hidup
lamongan Bojonegoro Tuban Gersik Ngawi
tes sd-sma MTK,B.INDO,B.ing tes sd-sma-smk B.ing tes psikometrika tes ipa
pakde nono Resto Romantis di Jkt Hokben Delivery Bakmi GM Delivery PHD - Pizza Hut
Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Liputan 6 berita jakarta Gaya Hidup
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2011

Harapku Kepadamu

100 hari tak cukup untukku menjagamu
karna, aku ingin menjagamu selamanya....

1000 abad tak cukup bagiku, untuk merawatmu
karna aku ingin disampingmu selamanya.....

sisa umurku
sisa cintaku,,,, juga kasihku.
selamanya untuk mu.....
aku, teramat sangat berharap bisa mebahagiakanmu,,,
selagi nafasku ada, selagi aku mampu meraih cita2ku
untuk hidup bersamamu.

aku tak berharap banyak dari mu...
hanya cinta, setia, dan kasih sayang sejati, juga kepercayaanmu terhadapku.

semua akan jadi penguat cinta dalam hidupku.

terimakasih,,,
untuk air matamu yang sempat mengalir
saat aku luka.

terimalasih...
untuk senyummu, yang mampu membuatku ceria
saat aku bahagia.

terimakasih..
untuk ikhlasmu, yang telah menjadi penyangga hidupku
saat aku rapuh.

terimakasih jua,,,,
untuk cinta dan sayangmu, yang mampu menjagaku untuk tetap hidup dan semangat.

terimakasih pula untuk do'a mu..
yang mampu memotifasi kesetiaan ini untukmu. selamanya,,,,,,,,,,,

TERIMAKASIH...
telah memlihku menjadi kekasih setia . . . . .untukMU.

DI HATIKU ADA KAMU *AMT*
jangan pergi lagi....

Hanya Kamu

Seindah sketsa senja
ku ukir namamu
disini , ,
* M A J I D *
lima huruf
tertulis diantara
bait-bait puisi cinta . .
Hanya kamu
tak ada yang ku tunggu.^_^
Disini Kusimpan rapi untukmu.,.,

Menggenggam Duri

Ia mencoba membisiki ku akan sesuatu…
Sekelam hatiku dan sedingin jiwaku.
Tertusuk duri seperih-perihnya perasaan.
Membawa rasa yg tiada arti.
Entah kapankah kubisa mengakhiri??
Wajahmu sejuk dan senyummu yg manis.
Namun kian pudar teriris iris.
Torehkan jejak luka yg mendalam.
Pada cinta yg telah kau tanam.

"cintaku hanyalah untukmu".
Kata itu yg masih ada diingatanku.
Terbingkai derita yg telah kau cipta.
Mengalir disetiap nadi yg menyiksa.
Pahit rasanya melihat ketika dia menatapku...
Aroma kebencianmu itu serasa menusukku...
Maafkan atas semua kesalahanku padamu..
Semua itu tak pernah aku rencanakan..

Aku bukanlah wanita,
yang berani menerjang samudera cinta yang luas..
aku hanya sebuah ironi yang bisu..
Yang berusaha masuk dalam elegi hatimu..

Maafkan atas segala rasa cinta ini..
Maafkan atas segala rasa kagum ini..
Maafkan atas segala semua rasa yang tertuang..

Maaf pula
karena ADA-ku tak ada arti bagimu.
yang sempat singgah dihatimu........

Sampai Kapan?

sampai kapan kau terus begini?
sampai kau mati?
sampai cintaku rapauh?
sampai kasihku hilang?

tidak akan pernah....

rasa kasih dan cintaku ini
takkan pernah pudar....

camkan itu..........
setajam apapun duri yang kau tusukkan
dihatiku,,,
takkan pernah rapuhkan cinta ini.

dihatiku hanyalah namamu
senyummu
cintamu

tapi, aku tak tau
adakah seorang yang kau sayang
selain aku..........???

semoga aku dapatkan jawaban itu
meski kau takkan pernah katakan padaku.

terimakasih
untuk duri yang kau tusukkan berkali-kali
dihatiku.....


hati yang kau sakiti

Dari hati kecilmu (Takkan pernah kulupa)

Sanggupkah engkau bila suatu saat harus kehilangan orang yang kau sayang?
"TIDAK" jawabmu.
bisakah engkau merelakan orang yang kau cinta pergi meninggalkanmu?
"TIDAK<tidak jawabmu.=""></tidak>
kenapa tidak?? apa alasanmu?
"KARNA HIDUPKU TAK AKAN LENGKAP".
apa yang membuat hidupmu lengkap akan keberadaanya?
"SENYUMNYA" jawabmu.
senyum? benar yang kau katakan itu? hanya itukah? andai kekasihmu koma dan tak bisa tersenyum?
"AKU AKAN DIAM" jawabmu.
diam? adakah jawaban dibalik diammu itu?
"ADA, BERHARAP" jawabmu.
haruskah kau berharap hanya dengan diam? tak ada yang kau lakukan selain itu?
"AKU PUNYA KEBIASAAN BURUK, YAITU DIAM DALAM LUAPAN HARAP" jawabmu.
andai dya mati?? tetapkah kau akan diam selamanya?
"BISA JADI" jawabmu?
akankah kau tetap setia padanya, meski dya telah pergi??
"BISA" jawabmu.
dengan apa??
"DENGAN DO'A" jawabmu.
hanya dengan do'a? akankah kau mencari cinta lain selain dya, setelah ia tiada?
"TIDAK TAU" jawabmu.
andai semua itu terjadi padaku??????????????

lalu,,,,
kau tak pernah mau menjawab.
kenapa?
kenapa?

sudah menjadi jawaban yang tergaris bawah dalam hidupku.
bila ada kata "AKU" kau tak pernah mau menjawab.

benar?
kau mencintaiku hanya karna aku punya kebiasaan sakit?
benar?
kau menyanyangiku hanya karna menghargai aku?????????

aku yakin kau tak seperti itu.

kau mencintaiku apa adanya kan?
kau juga menyayangiku sepenuhnya kan?

aku hanya takut kehilanganmu untuk yang kesekian kalinya.
aku takut
aku takut
takut kau menduakanku, takut kau meninggalkanku.

takut engkau pergi selamanya dari hidupku.
bila kau benar2 sayang padaku.
aku yakin.....

kau takkan pernah bohong pada dirimu sendiri, juga padaku.
jangan pernah lakukan apa yang membuat kita menjauh dan saling berpaling.

lalu, akankah kau menangis, bila suatu saat aku tiada?????????
dan akankah kau merasa kehilangan dan merasa hidupmu tak lengkap tanpa aku??????
biar ku saksikan semua jawaban itu bila nanti aku tiada.
dan biarkan aku menangis di alam sana, melihatmu.

Selasa, 19 Juli 2011

Puisiku




Kau harus tahu




           



Kau harus tahu
            Cintamu ‘kan naik membumbung,
            tinggi menjulang bersama tingginyanya cintaku.
                       
            Kau harus tahu
            Namamu selalu di ujung tinggi sampai kapanpun

            Kau harus tahu
Namamu akan abadi di hatiku
Tak seorang pun termampu menghapusnya

Kau harus tahu
Takdir tlah memilih kita
Bersama selamanya.

Kau harus tahu.

                                                                                               























contoh Puisi (UM Surabaya Inspirasiku)

Rindu Bersamamu
‘’Ratu impianku, met bu2k ea . . . mimpi  indah’’
Yach , ,
Beberapa detik yang lalu, dia SMS aku
Bersolek rindu dengan bait-bait indahnya
Nasib hanya sebatas nafas dan rindu sejarak  angan.
Kalaupun aku harus kau jauhi, biarkan langit menangis
Telaga darah telah tercatat dalam jajaran sejarah , , ,
Kita masih punya lagu, di lembah percakapan hati
Tuhan hakikat yang unik, permainan segitiga misteri, melingkari
Aku, kau dan alam ini . . .

“Surabaya 2011”












Aku dan Kamu
Seperti hidupku, juga hidupmu
yang akan mendangkalkan dasar danau
Hingga air disana tak biru lagi
Lihatlah bulan menari di puncak bukit hatiku!
Lantas,
Mengapa kau selalu menjauh dariku???
Saat kusolekkan seribu warna , , ,dan
Menaburkan ornamen-ornamen kehidupan.
Lagu indah yang sempat kunyanyikan untukmu
Seakan tak mampu menyedapkan selera hidupmu, mengapa? Mengapa sayang??
Hari-hari terasa tak berarti lagi,, sebab
Puisi yang ku sangkutkan di pundak bulan,
telah hilang dibawa lari kawanan elang . . .
Adakah di antara kita saling bertanya, tentang suara dan arti kata??
Hati dan pikiran kita telah terbelenggu oleh kemunafikan
Dan tersesat di antara belantara . .
Seperti kelahiran alam, kita adalah waktu
Yang tersisa dari sebuah kata, yang terceruk dan bertanya
Setelah kita kehabisan suara, dan kehilangan makna . . .

“Surabaya 2011”





Aku Mencintaimu
Dari sabit kembali ke sabit semula, menyimpan makna kala purnama
Walau purnama hanya semalam …
Rinduku padamu terus berkepanjangan !!
Sepi dalam kisaran menyasar, membakar lewat celah.
Kubingkai rasa ini
Meski kau tak akan pernah lagi bercerita tentang cintamu
Biarkan waktu yang menunggu,,,
Sampai kau tau.
Bahwa “Aku Mencintaimu”

“Surabaya 2011”




















Berharap
Seuntai harapan kusematkan bersama hembusan nafas panjangmu
Terbias sepi kerena ronamu
Kumeronta,
Menahan tetes air mata kesunyian
Tapi, kau hanya diam
Melempar senyum kecut di balik selembar daun harapanku
Bukankah kau tahu?
Aku kerap mencuri tingkahmu.
Dan aku ukir di alam lamunanku.
Bukankah kau tahu?
Aku kerap bermimpi saat mata ini terbuka.
Takdir memilih gelap untuk menghapus mimpi itu.
Kau pun hilang,
lepas pandang,
 Dari pandangan.











Nona
Nona . . .
Ada senyum
Yang tak pernah hilang dari bibirmu
Ada  kasih yang tak pernah pudar di jiwamu
Ada banyak rasa yang tertata rapi di balik senyum itu
Tawa,
Derita,
Tangisan,
Dan pengorbanan.
Betapapun sangat berarti semua itu bagiku
Nona . . . .
kau lukiskan rona cinta dalam hidup ini
Menjadi pengobat duka lara saat aku gundah
Kau hiasi bibirmu dengan senyum dan tawa
Meski aku tak tau, hatimu sedang layu
Air matamu bening bak tetesan embun pagi
Senyummu cerah secerah sinar mentari
Nona . . . .
Betapa mulia hatimu







RESTUMU

Dosa......????????
ya,,, itu dosa.
            Salah......??????
            Tidak, kau tidak salah.
                        (Dosa tapi tak salah), Apa itu????
            Kini aku sadari
            Bebanku adalah dosa
            Turuti citaku adalah dosa
            Buatku tersenyum adalah dosa.
                        Kapan pahalanya......??????
                                    Ketika semua kering
                                    Mata air dan air mata
                                    Hingga semua pulang
                                    Kaku
                                    Dan membawa rasa malu.
            Terima kasih untukmu selalu.......









AKU INGIN JADI SEPERTINYA

Menjadi seperti yang ia inginkan

Sesalku.........
Aku tidak akan pernah memaafkan diri ini,
Atas semua yang telah aku lakukan.
Dosaku, salahku
Egoku, ambisiku
Malu-ku, ketidakpercayaanku
Dan hinaku.
                        Aku tidak akan pernah memafkan diri ini,
                        Atas apa yang telah aku perbuat.
                        Harapku dan citaku,
                        Impianku dan sedihku,
                        Tangisku dan keputusasaanku.
Tapi..........
Aku akan tetap bersandar pada semangatku
Yang aku tanam sejak kaumulai rapuh.
Namun, jalanku tak pernah bersih
Ada duri, ada paku
Yang lebih ironis ada kata sadis.
                        Maafkanlah aku, atas apa yang aku ucap.
                        Tapi mengapa kau hanya diam?
                        Pasrah tak kunjung harap.
Ingin rasanya aku berdiri sendiri
‘tuk maju
Tak mampu.       
Semua telah berakhir,,,,
Maafkan.






 
Copyright Majid T Dhuro © 2010 - All right reserved - Using Abdul Majid Tamum
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.